SWARA DELI




Minggu, 11 November 2012

Soekirman Jadi Cawagub Bukan Ondim




Hingga Minggu (11/11) petang, Majelis Tinggi Partai Demokrat belum juga menetapkan nama cagub yang akan diusung di pilgub Sumut 2013. Meski demikian, untuk partai yang akan diajak koalisi, Partai Demokrat sudah memastikan diri bergandengan dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Partai rintisan Amien Rais itu dijatah posisi calon wakil gubernur (cawagub). Hanya saja, posisi cawagub ini bukan untuk Ketua DPW PAN Sumut, Syah Affandin alias Ondim.
Seperti yang sudah digadang jauh hari, Ketua DPD PAN Serdang Bedagai (Sergai), Soekirman, diplot menjadi cawagub. Jadi, siapa pun nantinya cagubnya dari Demokrat, wakil bupati Sergai itu menjadi cawagub.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jhony Allen Marbun  kemarin petang. "Kita berkoalisi dengan PAN," tegas Jhony Allen Marbun.
Tetap Soekirman? Menjawab pertanyaan tersebut, pria yang akrab dipanggil JAM itu menjawab," Kurang lebih begitu."
Sementara, untuk posisi cagub, Jhony memastikan bahwa partainya menutup pintu bagi kandidat non kader. "Kita ajukan kader (untuk posisi cagub, red)," tegas JAM. Dia mengatakan hal tersebut saat dikonfirmasi mengenai ada tidaknya peluang Gus Irawan maju sebagai cagub diusung Demokrat. Pasalnya, rumors beredar Gus Irawan menggalang lobi petinggi Demokrat.
Mengenai kandidat cagub, JAM menjelaskan, akan diambilkan satu dari tiga nama yang sudah dikantongi Majelis Tinggi, yakni Cornel Simbolon, Sutan Bathoegana, dan Amri Tambunan. Dia katakan, dalam satu dua hari ke depan, Majelis Tinggi sudah menetapkan satu nama.
Terkait koalisi dengan PAN, sebelumnya Juru Bicara DPP PAN Bima Arya Sugiarto mengakui, partainya memang sudah diajak bicara Demokrat.
DPP PAN pun memberi lampu hijau atas tawaran itu. Pasalnya, kata Bima Arya, DPP PAN juga sudah menerima masukan dan data hasil survei yang menunjukkan Soekirman punya tingkat elektabilitas yang lumayan bagus.
Bima yang menyebut bahwa perkoalisian di pilgub akan mempertimbangkan faktor kedekatan partai, sekaligus untuk kepentingan pemilu dan pilpres 2014. "Kita juga juga hitung-hitungan faktor politis, faktor chemistry dan untuk kepentingan 2014," ujarnya kepada koran ini pertengahan bulan lalu. Faktor lain adalah hasil survei dan masukan pengurus DPW dan DPD PAN di Sumut. (j)

Sumut Berpeluang Ekspor Air ke Singapura


Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), harus dapat melihat peluang melimpahnya sumber air bersih yang ada. Sebab air merupakan sumber kehidupan, dimana banyak negara sangat kesulitan untuk mendapatkannya. Oleh sebab itu, peluang untuk mengekspor air bersih ke mancanegara, sangat terbuka lebar.

Salah satunya diekspor ke Singapura. Tahun 1991 lalu menurut, Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon, pernah ada pembahasan akan hal tersebut. Dimana Singapura menginginkan air dari sungai Asahan dapat mereka manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang cukup tinggi di negeri tersebut.

“Saya ingat betul, bahwa pada tahun 1991 itu, ada pembahasan Singapura mau beli air sungai Asahan,” ujar salah satu kandidat cagub Sumut dari Partai Demokrat itu, di Jakarta, kemarin.

Namun tidak diketahui pasti apa yang menjadi alasan pembahasan tersebut batal terealisasi. Singapura justru akhirnya mendatangkan air bersih dari Malaysia. Hanya saja dipastikan perjanjian pasokan air bersih dari Malaysia tersebut akan berakhir tahun 2018 mendatang. “Malaysia katanya akan menghentikan pasokan,” ujar Cornel.

Oleh sebab itu peluang Indonesia tentu terbuka lebar. Terutama bagi Provinsi Sumatera Utara. Karena kedua daerah ini berbatasan langsung, dimana hanya dipisahkan oleh Selat Malaka. “Pola pikirnya, selama ini kan air dari Sungai Asahan itu, terbuang begitu saja ke laut. Nah kenapa itu tidak dimanfaatkan. Karena jaraknya juga tidak terlalu jauh jika ingin dilakukan pemasangan pipa. Dan lagi, itu jaraknya tinggal lima kilometer ke laut,”u jarnya.

Jika hal ini dilakukan, Cornel yakin pembangunan di Sumut tentu akan dapat semakin dikembangkan lagi. “Saya kira Sumatera Utara juga merupakan provinsi yang memiliki geoterpal terbesar yang ada. Bayangkan, itu kalau tidak salah sampai 1.800 Mega watt. Jadi ada begitu banyak potensi yang ada sebenarnya. Makanya kalau ini juga dimanfaatkan dan dimaksimalkan penggunaannya, maka akan sangat luarbiasa,”katanya.

Namun dalam mengelola kekayaan alam yang sangat luarbiasa ini, peran seorang kepala daerah menurutnya tentu sangat menentukan. Karena walau bagaimana pun, tanpa adanya pemimpin yang visioner dan pandangan maju mau berbenah bagi Sumut, hal tersebut tidak akan tercapai.

Untuk itulah Cornel siap maju dari menjadi calon Gubernur Sumut. Dan ia yakin, Partai Demokrat tentu akan benar-benar melihat visi-misi maupun track recordnya selama ini.(j)

Jumat, 09 November 2012

BERSELANCAR DI SORAKE.

  Seorang pemuda berselancar di Pantai Sorake, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, Sabtu (9/11). Selain panoramanya, Pantai Sorake Nias juga terkenal dengan ombaknya yang tinggi sehingga menjadi primadona bagi wisatawan dalam maupun luar negeri yang hobi berselancar.(A)

LOMPAT BATU NIAS.

Seorang pemuda menampilkan atraksi "Lompat Batu" di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, Kamis (8/11). Lombat Batu merupakan tradisi dan menjadi salah satu objek wisata di Pulau Nias.(A)

Kripik Pancurbatu Masuk Pasar Korea

Keripik ubi produksi pengusaha di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, selama ini bukan hanya digemari konsumen lokal, tetapi juga di Korea.
“Sudah hampir tiga tahun terahir, keripik dari Deli Serdang masuk ke pasar Korea,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deli Serdang Hartini Marpaung di Lubuk Pakam, Rabu.
Disebutkannya, keripik ubi atau singkong dari Deli Serdang yang mampu menembus pasar Korea tersebut merupakan hasil pengusaha di sentra produksi Desa Tuntungan II Kecamatan Pancur Batu.
Produk keripik ubi dari Desa Tuntungan II yang dipasarkan di Korea selama ini diberi nama keripik singkong kreasi “Lutfi”.
Proses produksi keripik itu saat ini melibatkan puluhan orang yang sebagian besar terdiri dari ibu rumah tangga.
Meski dari sisi volume ekspor diperkirakan masih relatif sedikit, menurut Hartini, permintaan pasar Korea terhadap keripik singkong Deli Serdang tersebut membuktikan bahwa produk usaha kecil menengah (IKM) Deli Serdang itu sudah “go international”.
Dia berharap kalangan perajin keripik di daerah itu agar terus berupaya meningkatkan kualitas dan tampilan produksi sekaligus memperluas pangsa pasar ke sejumlah negara lain.
Usaha keripik di Deli Serdang selama ini juga banyak dikembangkan di beberapa kecamatan lain di antaranya Patumbak, Tanjung Morawa dan Percut Sei Tuan.
Dalam upaya meningkatkan kinerja pelaku usaha IKM dan perajin di daerah itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat selama ini aktif melaksanakan program pembinaan dan pelatihan.
“Dekranasda Kabupaten Deli Serdang selama ini memang banyak berperan dalam program pemberdayaan IKM,” katanya.
Untuk lebih memperkenalkan produk IKM Deli Serdang, pihaknya selama ini selalu mengikutsertakan berbagai produk IKM dalam berbagai kegiatan pameran ke sejumlah daerah.
Sementara itu, Ketua Gabungan Eksportir Indonesia (GPEI) Sumatera Utara Khairul Mahalli membenarkan bahwa keripik produksi Deli Serdang dewasa sudah mampu menembus pasar luar negeri.
“Keripik ubi dari Deli Serdang sebenarnya sudah mulai banyak dipasarkan di beberapa negara ASEAN, terutama di Malaysia,” kata dia.
Kegiatan ekspor keripik ubi Deli Serdang ke Malaysia, menurut dia, merupakan salah satu dampak positif dari forum kerja sama ekonomi segi tiga utara antara Indonesia, Malaysia dan Thailand (IMT-GT).(a)

Selasa, 06 November 2012

Banjir Permintaan Ulos Jelang Natal

 

Perajin ulos di berbagai daerah di Sumatera Utara mulai dibanjiri permintaan untuk kebutuhan perayaan Hari Natal dan tahun baru 2013.
“Sudah mulai meningkat permintaan ulos dan diperkirakan hingga awal Desember untuk keperluan Natal dan tahun baru sehingga perajin juga sudah mempersiapkan stok,”kata perajin ulos dari Samosir, Donal Situmeang, di Medan.
Donal merupakan salah satu perajin yang ikut berpameran dalam Bank Sumut UMK Expo yang digelar di pelataran parkir bank itu di Jalan Imam Bonjol, Medan.
Beberapa tahun terakhir, kata dia, permintaan ulos baik dalam bentuk natural alias berupa kain dan selendang maupun aksesoris seperti dompet dan tas semakin banyak.
“Beberapa tahun terakhir, permintaan ulos semakin banyak termasuk dari luar Sumut seperti Riau dan Jakarta,”katanya.
Permintaan yang meningkat itu, sejalan dengan tren semakin sadarnya masyarakat mencintai produk lokal dan termasuk ingin tampil gaya dengan menggunakan setelan gaya etnik yang dimodifikasi.
“Banyaknya desainer yang memperkenalkan ulos dan kebijakan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten yang menyarankan penggunaaan pakaian adat seperti ulos di hari-hari tertentu dinilai membantu meningkatnya permintaan,”katanya,
Semakin diminati, karena kain ulos dijual dengan harga bervariasi mulai dari harga murah hingga mahal, ujar pemilik usaha Ulos Anugerah itu.
Perajin ulos lainnya, Christina Barus, pemilik tenun ulos Karo Trias Tambun dari Sidikalang mengatakan, pesanan banyak saat banyak penyelenggaraan pesta khususnya menjelang Natal dan tahun baru.
“Kalau pas banyak pesta, perajin kewalahan karena pekerja juga semakin sedikit akibat semakin berkurang minat bekerja menenun ulos di kampung,”katanya.
Menurut Christina, salah satu kendala pengembangan ulos adalah kurangnya bahan baku khususnya benang tenun.“Kalau tidak dari Jawa, benang katun diimpor dari India dan itu tentunya membuat ketergantungan.”katanya.(A)

Presiden Soekarno di Taman Budaya

Seorang pengujung mengabadikan lukisan mantan Presiden Soekarno pada Pameran dan Pergelaran Seni se-Sumatera XV di Taman Budaya, Medan, Sumatera Utara, Selasa (6/11). Pameran dan Pergelaran Seni se-Sumatera XV diikuti oleh seniman dari sepuluh provinsi di Sumatera.(dok/A)