SWARA DELI




Senin, 22 Oktober 2012

Adalah Dia Diatas Segalanya ….

 


Catatan : Jenda Bangun

“ Anugerah dan bencana adalah kehendakNya, kita mesti tabah menjalaniHanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia di atas segalanya Hohohoo… adalah Dia di atas segalanya “

( Untuk Kita Renungkan : Ebiet G Ade )
--------------------
Demikian tembang legendaris ini berkumandang, mengiringi isak tangis dan suara tersekat seorang ibu yang sedang berbicara dengan keluarganya via selular.Derai air mata luruh membasuh wajah sembari menyebut asma Allah pertanda ikhlas. Allahu Akbar … Betapa remuknya asa di dada dibantai dahsyatnya bencana. Hikmah apa sebenarnya yang dapat diambil dari tragedi gempa Aceh, Nias, Bengkulu, Jogja, Tasikmalaya, Padang, Jambi dan kemarin di Maluku ? Secara singkat dapat dikatakan yakni pembelajaran.Ya … tentu sambil merenungkan langkah selanjutnya, yang dilakukan untuk membaca peringatan dini (early warning system) sebelum bencana mendera serta rakus menelan korban. Artinya , supaya ratusan bahkan ribuan jiwa tidak melayang sia-sia. Lalu, lembar demi lembar rupiah dapat diselamatkan dari dampak gempa yang meluluhlantakkan infrastruktur, atau ekonomi masyarakat yang memang sudah kupak – kapik ini. Belum penuh penanggalan sebulan gempa bumi "mengunjungi" kota-kota di Jawa Barat-Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur yang menjadi kota-kota terparah.Sekarang tangis pilu warga Padang Sumatera Barat, membahana di seantero Nusantara. Tempat tinggal mereka hancur berantakan digoyang gempa berkekuatan 7,6 skala Richter. Ribuan orang dipastikan tewas dalam musibah ini, malah ada yang mendata , angkanya akan terus bertambah.Banyak alat deteksi dini (early warning system) untuk gempa dan tsunami hasil kerjasama beberapa lembaga riset Jerman dengan lembaga riset Indonesia yang telah dibangun di daerah Sumatra Barat ternyata hilang dicuri. Kalau ditinjau dari sisi kondisi ekonomi rakyat saat ini, tentu ada skala kewajaran.Short term memory rakyat lebih dominan mengenal urusan perut hari ini dari pada menanti gempa yang entah kapan terjadi. Nahasnya, gempa akhirnya terjadi, tanpa pernah terdeksi oleh alat canggih miliaran rupiah yang tidak berfungsi.Masyarakat yang tinggal di daerah "langganan" gempa, alangkah baiknya kembali meneladani kearifan lokal masyarakat tradisi akan tanda-tanda datangnya bencana. Seperti, turunnya hewan-hewan pegunungan saat gunung berapi sebentar lagi meletus.Warga Pulau Simeulue Nangroe Aceh Darussalam misalnya, orang tua di daerah ini selalu menasihati anak-anaknya tentang bagaimana menyelamatkan diri bila air laut pasang. Hebatnya, saat tsunami 2004 silam, penduduk kawasan ini, yang berada paling dekat dengan pusat gempa, justru minim korban.Demikian juga gejala alamiah yang masih diperbincangkan.Sehari sebelum gempa dahsyat yang memakan korban ribuan jiwa, warga sekitar Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sempat melihat adanya awan (mereka menamakan awan cirrus) yang membentang dari Utara ke Selatan. Pembelajaran ini juga, layaknya disikapi serius pemerintah. Tiba saatnya masyarakat mulai dilatih menyiapkan konstruksi bangunan tahan gempa. Tentu bukan hanya wacana yang digelindingkan pascabencana, melainkan harus dipraktikkan oleh masyarakat luas, terutama daerah-daerah rawan gempa.Masyarakat yang tinggal di daerah "langganan" gempa, sebaiknya kembali meneladani kearifan lokal masyarakat kita, akan tanda-tanda datangnya bencana. Seperti, turunnya hewan-hewan pegunungan saat gunung berapi sebentar lagi meletus.Di Pulau Simeulue Nangroe Aceh Darussalam contoh berikutnya, orang tua di daerah ini selalu menasihati anak-anaknya tentang bagaimana menyelamatkan diri bila air laut pasang. Hebatnya, saat tsunami 2004 silam, penduduk kawasan ini, yang berada paling dekat dengan pusat gempa, justru minim korban.Pertanda lain, meski gejala alamiah ini masih diperbincangkan, sehari sebelum gempa dahsyat yang memakan korban ribuan jiwa, warga sekitar Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sempat melihat adanya awan (mereka menamakan awan cirrus) yang membentang dari utara ke selatan. Pembelajaran ini juga, layaknya disikapi serius pemerintah. Masyarakat harus mulai dilatih menyiapkan konstruksi bangunan tahan gempa. Tentu bukan hanya wacana yang digelindingkan pascabencana, melainkan harus dipraktikkan oleh masyarakat luas, terutama daerah-daerah rawan gempa.Di Indonesia, iklim politik memang ikut memecah konsentrasi penanganan bencana dan prioritas dana. Sebagai contoh, berita ketanggapan pemerintah daerah pada kasus banjir di Jawa Timur seperti tenggelam oleh berita elite yang memperebutkan kursi Gubernur yang harus diulang beberapa kali. Maka jangan salahkan bila kemudian rakyat mengira bahwa terlantarnya mereka saat ini karena dana yang dimiliki elite politik telah tersedot habis lantaran pilkada. Sangatlah wajar bila resep penanggulangan bencana pemerintah selama ini perlu dikritisi oleh para wakil rakyat dan rakyat perlu mendorong wakilnya menuntaskan agenda-agenda penting penanggulangan bencana. Karena bencana rutin datang tanpa ada perbaikan dari tahun ke tahun dari sisi monitoring atau penanggulangan pascamusibah. Hal ini dilakukan tentu saja untuk meminimalkan jumlah korban, meskipun datangnya gempa tidak satu pun yang tahu, berapa kekuatannya, termasuk berapa jumlah korbannya. Sebab, cuma Tuhan yang Mahatahu ke mana lagi gempa dahsyat akan "berkunjung" ……. adalah Dia diatas segalanya (Posted )

Selamat Jalan " Tawar Bangger"



Lang adi aku turang kam kel ateku
Man lape-lape tendiku nggeluh
Tapi labanci turang ateku jadi
Peraten “Tuhan Dibata” nirangke kita
…….
Meganjangsa bide-bidena
Mekapalsa baleng – balengna
Siman tingkahen njumpai kena
(Perpeltep Ketang – Drs Hendry Bangun)

Demikian tembang melankolis ini saya lantunkan, mengiringi kegalauan hati dan suara tersekat, pasca menerima kabar kepergian Drs Hendry Bangun menghadap Tuhan Minggu siang (21/11).Satu lagi seniman “besar” Bumi Turang meninggalkan komunitasnya dan mewariskan karya – karya akbar. Hikmah apa sebenarnya yang dapat diambil dari kepergian pria yang lahir lahir di Desa Suka 6 Mei 1956 ini ? Secara singkat dapat dikatakan yakni pembelajaran.Ya , ternyata Tuhan Maha Pencipta lebih sakti ketimbang mahluk yang ada di bumi ini. Memang , ratusan karya lagu , drama panggung maupun sinetron yang ditorehkan Hendry Bangun di blantika mudik Karo tidak melayang sia-sia dan bukan sebatas “ Layam – Layam Sitangkai Ndoli”. Sebaliknya, bisa bisa menjadi “ Tawar Bangger” bagi seluruh warga Karo ketika merindukan barisan nada – nada khas suami Asmaria Br Ginting ini.Bagi klan Tambar Malem – tanpa mengenyampingkan penghargaan kepada klan lain – terbukti banyak tonggak sejarah di seni Karo sudah dilakukan.Sebut saja Darmi Peranginangin yang sangat sederhana itu melahirkan tembang melankolis yang sukar dicari tandingannya.Ingat lagu “Belo La Ertangke “ atau “ Ula Salahi Si Laersalah “ ?.Itu sebagian diantara karyanya. Samion Pinem dan Tio Fanta generasi Tambar Malem yang melejit lewat bendera kelompok musik “ Bengkel Junior ”.Kelompok yang kuat dalam pemilihan lagu pop dengan lead saxsophone dengan lagu abadinya berjudul “Ngerondong” Ada lagi generasi Tambar Malem yang sangat minimalis dalam pemanfaatan musik di awal karirnya.Dia adalah Pinta Bangun yang kondang dengan karyanya bertajuk “ Pengadilan Ngena Ate “ . Lain lagi Raja Edward Sebayang.Karyanya cukup deras degan label bendera KES 21,diantaranya “Ketak-ketak Lau Bampu”.Selain mencipta ia juga bernyanyi dalam setiap album rekamannya. Masih ada lagi catatan lain semisal Asmani Peranginangin,Panca Sebayang dan Faisal Peranginangin.Masing – masing pernah menorehkan karyanya di benak penggemar lagu daerah Karo. Bergantian muncul nama penyanyi Tambar Malem diantaranya Arus Peranginanin , Maria Magdalena Br Keliat , Sri Malem Br Bangun , Erwina Br Bangun , Simson Bangun , John Lewi Keliat serta Netty Vera Br Bangun.Seluruhnya tampil dengan tatanan karya serta sosok yang unik dan spesial. Menyebut nama – nama diatas belum sempurna tanpa melirik tonggak sejarah seni modern etnis Karo.Hendry Bangun, PNS Pemkab Karo yang pernah bergabung di Riamor Band Batukarang Ayah dari Kapten (P) Kariady Bangun , Eviany Br Bangun, SE , Sastroy Bangun,S.Sos, Revikadeny Br Bangun ini sangat energik dan ramah manakala diajak membicarakan karya seni.Ketika dirawat di RS Pirngadi Medan , saya sempat meminta agar seluruh karyanya didokumentasikan.Jawabnya , nanti apabila kesehatannya sudah prima.Tanya memang tidak terjawab sampai sekarang seakan menyebutkan karya nyata dalam seni dikembalikan kepada masyarakat sebagai pemiliknya.Lihat saja karya sinetronya yang pernah menjuarai lomba antara TVRI se-Indonesia, tidak banyak yang tahu.Bahkan di jejaring sosial nama Hendry Bangun malah tidak ditemukan profilnya.Padahal lewat “Beru Rengga Kuning” ( 1990) dan “Perlanja Sira” ( 1993) ia buktikan kehebatannya menyabet juara 2.Belum lagi “Mate ras Mate” yang booming , “ Tawar Gegeh” dan drama rohani meramaikan HUT Moria GBKP ke-50.Justin Tarigan sebagai mitra berkeseniannya menyebutkan Hendry Bangun pekerja keras di bidangnya tanpa berharap puja - puji.Kinerjanya yang lurus dan bersahaja banyak diwarisi rekan – rekan. “ Saya kehilangan dia.Firasat atas itu sudah saya terima Rabu malam kemarin.Lewat mimpi saya lihat dia memasuki rumah baru, mengenakan jas baru dan cuma menoleh kepada saya. Seakan – akan dia ingin mengatakan teruskan kegiatan kami , ujar Justin.Pertua Emeretus Drs Hendry Bangun terbujur kaku di Jambur Lige Kabanjahe di hadapan seluruh keluarga dan kerabat.Ia sudah diabadikan dalam pakaian kebesaran seorang "Pertua" GBKP lengkap dengan jas dan stolanya.Dan tanah basah di Kutakepar Desa Suka Kecamatan Tiga Panah siap mendekap layaknya menyambut seorang putra terbaik yang kembali ke asalnya.Seabreg kesan yang diwariskannya kepada keluarga , pemerintah maupun masyarakat lainnya sudah menjadi konsumsi.Pergilah dengan damai wahai seniman besar .... Selamat Jalan .( Jenda Bangun)
(Posted )

Pak GM Guruku …

 


Catatan : Drs Jenda Bangun, Mantan Wartawan Harian SIB

Lima jam sebelum pukul 10.30 WIB hari Kamis 20 Januari 2011, di sebuah warung saya sangat fasih mengurai kisah gondang “Aek Sibulbulon”
Pemilik warung sebelah kantor heran dan mempertanyakan kenapa saya sangat hafal dengan salah satu gondang terkenal di budaya Batak tersebut.Spontan saya bilang, inilah lagu wajib setiap pertemuan warga Batak dalam mengabadikan komunitas bernama Lembaga Sisingamangaraja XII tahun 90-an.Saya tegaskan lagi, dari pertemuan komunitas itu saya mengenal spontanitas seorang GM Panggabean bergerak ritmis menarikan “Aek Sibulbulon” tersebut.
Dalam bayangan saya ,ketika gondang “Aek Sibulbulon” diperdengarkan pargonci Pak GM berdiri diantara ribuan massa.Mengenakan tutup kepala, ulos dan sepatu putihnya yang khas..
Tetapi apresiasai saya ini seketika berganti.Bagaikan gerakan tanpa wujud , lima jam setelahnya suasana tadi berganti fakta.Tokoh dengan huruf besar yang saya urai-jelaskan tersebut dikabarkan menghadap Tuhan di Singapura.Tersekat rasanya rongga mulut untuk berkomentar.Apalagi bagi saya Pak GM adalah guru dalam karir jurnalistik dengan segala kelengkapannya..
Sesepuh ratusan generasi jurnalis di Sumut itu, sebentar lagi akan meninggalkan semua kharisma yang pernah diwariskan kepada orang – orang yang dicintainya khususnya Harian Sinar Indonesia Baru yang fenomenal itu
Saya termasuk “anak buah” Pak GM yang berjalan lurus dalam karir warisannya. Bodoh kalau hal itu tidak saya akui.Semua ilmu yang pernah diajarkan selama 13 tahun bersama di Jalan Brigjen Katamso adalah bagian sejarah yang tidak terpisahkan dari pembangunan pers di daerah ini.
Pak GM adalah tokoh legendaris yang aslinya sangat menyenangkan. Meski ada yang mengenalnya sebagai tokoh yang berbanding terbalik dengan fakta diatas , yang jelas ia memilki perasaan yang halus namun tegas.
PK GM sering dikultuskan pihak tertentu sebagai sosok “Raja Sisingamangaraja XII”, dan sangat disegani lawan namun disukai kawan. Dalam beberapa hal, dia juga tidak mudah diajak kompromi apalagi berkaitan dengan hajat orang banyak.
Pengkultusan ini lekat dengan Pak GM.Bahkan kami yang pernah diterima bergabung di Harian Sinar Indonesia Baru sangat hormat dan santun kepadanya.Ini selalu dibiasakan di lingkungan kerja , antara satu dan lainnya mesti saling mengasihi.Didukung oleh orang – orang kepercayaannya maka jalannya kebijakannya memiliki karakter tersendiri di tengah masyarakat.Itu sebabnya selalu muncul anggapan bahwa menjadi anggota Pak GM berarti.punya nilai lebih tersendiri di komunitasnya..
“Apa kabar Bung,” begitulah kata sapaan Pak GM dalam kebersamaan selain menyapa wartawan dengan kata “You”..Dua cara panggilan ini disampaikan dalam suasana yang berbeda.Apabila menyenangkan maka ia akan menyapa dengan Bung , bila ingin menegur karena kelalaian kerja ia sapa dengan You.Saya belum pernah disapa dengan panggilan You apalagi sebutan lain.Nada suaranya yang ringan namun jelas membuat terasa adem manakala mendapata sapaan darinya
Tidak banyak yang tahu bagaimana ia selalu memotivasi bawahannya dalam mengejar karir.Yang jelas hal ini disampaikannya sesuai pengalaman hidupnya.Misalnya ketika Pak GM mengatakan, bahwa dengan peralatan yang canggih hasil kerja yang luar biasa maka disebutnya hal itu biasa saja.Namun, apabila dengan modal kesederhanaan mendapatkan hasil luar biasa maka hal itulah dicapnya sebagai prestasi.
Saya berupaya mencari informasi soal sejarah hidup Pak GM. Termasuk melacak literatur biografinya, namun tidak berhasil. Orang-orang terdekatnya juga lebih banyak menceritakan karir jurnalistiknya bersama pendiri Harian Waspada, entah kenapa tidak pernah ada yang bicara soal biografinya.Mungkin publik hanya mengetahui secuil dari kisah hidupnya dimasa lalu.
.Sejuta kesan mungkin sulit saya lupakan, tetapi sepuluh juta jasa Pak GM akan dikenang selalu.Kesempatan ini tidak cukup menguraikan jalan panjang yang pernah saya lalui bersamanya.Lalu, kalau saya tuliskan bisa jadi bukan pada tempat dan waktunya.Mungkin jawabnya, suatu ketika saya abadikan dalam sebuah buku
Lagu “Gugur Bunga” berbalutkan gondang “Aek Sibulbuli” memang layak diputarkan bagi Pak GM.Sebab harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Banyak yang cinta dan sayang kepada beliau, namun Tuhan ternyata lebih mencintainya. Selamat Jalan Pak GM.(Posted

Demi Kualitas Pendidikan, PKGI – Pemko Tebingtinggi Kerjasama

 



Tampak Drs H Eddy Syofian Purba MAP menerima pengurus PKGI Sumut,dari kiri ke kanan Charles Daulay S.Sos,Muslim Ginting, Gudmen Sihombing S.Sos dan Drs Jenda Bangun.

Penjabat Walikota Tebingtinggi Drs H Eddy Syofian Purba MAP bertekad bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan di T Tinggi.Alasannya, hanya dengan pendidikan yang berkualitas menjadikan etos hidup masyarakat terbiasa dengan kemajuan.Demikian dikatakan Drs H Eddy Syofian Purba MAP baru – baru ini ketika menerima pengurus Persatuan Keluarga Guru Indonesia (PKGI) Sumut di rumah dinasnya. “ Keteladanan serta motivasi hidup masih sangat terjaga di lingkungan pendidikan, sehingga sektor ini kita pilih guna memajukan masyarakat disini , “ujarnya.Pertemuan PKGI Sumut dan Drs H Eddy Syofian Purba MAP banyak menguraijelaskan seputar dunia pendidikan dengan segala kebutuhannya.Hampir dua jam pertemuan diisi dengan sharing guna menggapai program di sektor tersebut. Ditambahkannya, dalam melengkapi kebutuhan di sektor itu , jajarannya diminta melakukan berbagai aktifitas.“ Kerja sama dalam manajemen pengelolaan sekolah sudah kita lakukan dengan bekerja sama ke Unimed.Hasilnya serangkaian kegiatan bakal kita lakukan, “ujarnya.
Program PKGI Sumut
Ketua PKGI Sumut Gudmen Sihombing S.Sos didampingi Sekretarisnya Drs Jenda Bangun dan anggota Charles Daulay S.Sos, Muslim Ginting serta Arwin Silangit pada kesempatan itu menjelaskan keberadaan lembaga tersebut. Kata Gudmen Sihombing, tahun ini program kerja yang direncanakan berkaitan dengan peningkatan kualitas masyarakat pendidikan. “ Salahsatunya program pelatihan menulis bagi guru – guru golongan 3 keatas.Ini berkaitan dengan program yang dilakukan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).Lembaga kita dengan LPMP sudah terikat dalam MOU,”ujar Gudmen Sihombing. Berkaitan dengan kesamaan program itu,Gudmen Sihombing mengajak Drs H Eddy Syofian Purba MAP memperhatikan penawaran kerjsama lanjutan.Usai penjelasan dari pengurus PKBI tersebut, Penjabat Walikota spontan menyetujui kerjasama berikutnya. “Saya sangat setuju dengan tawaran kerjasama ini sebab memiliki missi dan visi yang sama dengan kota ini.Silahkan dipertegas kerjasamanya nanti kita aplikasikan dengan dinas berkaitan,”ujarnya. Dalam pertemuan itu disepakati pelaksanaan pelatihan penulisan artikel ilmiah kepada guru , try out kepada siswa yang memasuki UN serta lomba karya tulis ilmiah terhadap seluruh penyelenggara pendidikan. “ Saya membuka kesempatan kepada semua tenaga pendidikan untuk meraih kulitas.Khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan daerah ini saya tantang untuk menyukseskannya, “ ujar Drs H Eddy Syofian Purba MAP sembari menghubungi pejabat dinas ini via HP menanyakan data peserta UN. (J- Posted )

Dua Hari Bersama Jelly Tobing












 







Dua hari bersama penggebuk dram Jelly Tobing.Banyak cerita kehidupan yang disampaikannnya khususnya blantika musik Indonesia.Dalam perjalanan panjangnya di dunia seni musik tanah air , tampaknya ia tetap cinta dengan profesinya, keluarganya serta generasi muda musik Indonesia. Pria dengan nama tulen M Yusuf Jaily Tobing ini selalu memberi motivasi kepada semua generasi muda Indonesia agar tetap berkarya demi kebesaran musik bangsa.Berkembangnya teknologi makin memberi peluang untuk menikmati hasil karya sendiri.Ketika Herin Kampusi membuat hajatan ROCK SPEKTAKULER di Medan , Jelly Tobing hadir dan menyemangati 41 peserta lomba band serta 19 band papan atas asal Sumut dan Aceh. Penghabisan motivasinya agar tetap berkarya khususnya mencipta lagu yang enak didengar serta berkualitas. " Agar kita jual menjadi bahan ring back tone." ujarnya sambil menyebut nama label NAGASWARA di belakangnya sebagai pendukung.Hayao siapa yang berminat (J)
(Posted )

Jadi Dosen di UDA



Baru - baru ini.Universitas Darma Agung (UDA) Medan 'mengijinkan' saya menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.Mahasiswa yang datang lumayan juga , ruang serba guna itu penuh meski dominan mahasiswa baru.Kuliah umum kali ini juga dihadiri Dekan fakultas ini yakni Simson Gintig S.Sos, MPA , Drs Arifin Sihombing MS.i dan 3 dosen lainnya yang lupa identitasnya.

Materi yang dibawakan menyangkut perkembangan dunia jurnalistik sejak Orde Baru sampai Orde SBY.Pemaparan menggunakan outofokus sehingga tidak membosankan termasuk saat tanya jawab.Maklum dosennya praktisi dunia jurnalistik tentu tidak ada jawaban yang melenceng he he he ... Begitulah adanya.Saya tidak pernah membayangkan jadi dosen apalagi cita - cita.Tetapi kata teman saya Rajin Sitompul yang mendampingi ketika itu , saya berbakat untuk itu.(J)

Kerjasama PKGI Sumut - Pemko T Tinggi Sukses












Suasana acara di GOR Asber T Tinggi saat penyerahan hadiah kepada siswa yang mengikuti Pra UN.Terlihat Walikota Tebingtinggi Drs.Eddy Syofian Purba di depan sekira 5.000 siswa memberikan motivasi dan bersama MKKS berfoto bersama.Acara ini menandai kerjasama antara PKGI Sumut dan Pemko T Tinggi.
----------------
Kerjasama Persatuan Keluarga Guru (PKGI) Sumut dengan Pemko T Tiggi dalam mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional (UN) berakhir , Sabtu (9/4) di GOR Asber T Tinggi. Serangkaian acara dikemas di depan sekira 5.000 siswa sekota T Tinggi.Penyelenggaraan ini pertamakali dilakukan sepanjang 30 tahun tak dilakukan. “ Ini spektakuler ,”ujar seorang pejabat pendidikan setempat. Pemuncak acara tersebut yakni pengumuman serta penyerahan siswa terbaik dalam penyelenggaraan Pra UN yang dilaksanakan PKGI Sumut.Senin - Selasa ( 21-22 Maret 2011 ). Penjabat Walikota Tebingtinggi Drs.H Eddy Syofian Purba MAP meminta seluruh siswa khususnya yang akan mengikuti UN tanggal 18 April 2011 harus siap mental dan tekun berlatih.Pemko T.Tinggi dan PKGI Sumut,katanya telah memberikan motivasi dan bekal agar lulus dalam ujian. Pejabat nomor satu di T Tinggi ini juga menekankan progam pendidikan yang sangat diperhatikannya.Dijelaskannyaa siswa yang lulus ke perguruan tinggi pada jalur tertentu Pemko Tebingtinggi menyiapkan bea siswa agar lebih berprestasi.Hal ini juga diberikan kepada siswa yang kurang mampu." katanya. Prestasi yang anda berikan hari ini modal anda untuk meniti masa depan kelak dan menjadi kebanggaan orang tua untuk membangun bangsa dan bernegara." Ujar Eddy mengakhiri kata sambutaannya. Mitra Rasa gembira pejabat yang murah senyum ini meluber sampai ke kediamannya.Pejabat PKGI Sumut diundangnya ke rumah dinas guna menyampaikan apresiasi serta masukan lainnya. Eddy menambahkan, dengan kesuksesan PKGI Sumut ,pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program kerja di bidang pendidikan termasuk evaluasi kerja bawahannya. “ Saya makin dewasa melihat dunia pendidikan ini setelah menerima laporan lisan dan tertulis PKGI.Intinya masyarakat pendidikan mulai dari siswa, guru , orang tua serta pejabat di lingkungan pendidikan harus dilibatkan,”ujarnya. Bahkan , kata Eddy, khusus guru ,pejabat dan guru akan kita perhatikan lebih lanjut berkaitan kualitas pendidikan. “ Saya berharap PKGI Sumut dapat berperan lagi dalam program – program lanjutan.Bila perlu kita bermitra secara permanen, “ujarnya. PKGI Sumut Sementara itu Ketua PKGI Sumut Drs.Gudmen Sihimbing S.Sos dalam arahannya menyatakan telah melakukan pekerjaan yang diamanahkan Pemko T Tinggi dengan menyiapkan modal para siswa dengan segala kemampuan yang ada.Harapannya, hasil kerja tersebut dapat dimanfaatkan guna kesuksesan berikutnya. Kepada siswa yang hadir di GOR Asber , Sihombing meminta lebih giat belajar dan berlatih dalam menghadapi semua aktifitas belajar serta ujian yang bakal dihadapi. Hasil seleksi dengan memilih siswa terbaik melalui Pra UN, menurutnya sebagai motivasi guna lebih terpacu serta berkompetisi secara ksatria. Kadis Pendidikan Drs Pardamean Siregar MAP juga memnyatakan bangga atas peran PKGI Sumut dalam memberikan motivasi kepada ribuan siswa di Kota Tebingtinggi.Langkah yang diambil PKGI Sumut merupakan tolok ukur dalam memberhasilkan siswa dalam UN nantinya." ujar Siregar. Usai pemberikan hadiah bagi siswa yang berprestasi dalam Pra UN,selanjutnya Walikota Tebingtinggi menyaksikan perjanjian kerjasama antara Kadis Pendidikan dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan berkaitan hidup bersih di laungkungan sekolah Kemeriahan acara semakin terlihat saat ditampilkannya pagelaran kesenian yang diketua Mak Inang dari Dewan Kesenian Kota Tebingtinggi dan lantunan lagu yang dibawakan Walikota Tebingtinggi Eddy Syofian Purba dengan judul " Boru Panggoaran " Tampak hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Murli Purba,Asssiten I Drs Hadi W ,Kadis Kebersihan Fahri Msi,Kadis Pendidikan Pardamean, penasehat PKGI Sumut dr Robert Valentino Tarigan ,Ketua MKKS Swasta dan Negeri , Pengurus Komite Sekolah , guru kepala sekolah.(*)
(Posted )